Menteri Teuku Riefky Patok Target Investasi Ekonomi Kreatif 2027

Menteri Teuku Riefky Patok Target Investasi Ekonomi Kreatif 2027
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Menteri Teuku Riefky

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menetapkan sasaran angka investasi pada sektor ekonomi kreatif (ekraf) di kisaran Rp133,74 triliun hingga Rp157,65 triliun demi menyokong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional pada periode 2027.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengutarakan bahwa perolehan target tersebut sejalan dengan mandat strategis dari Presiden lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 demi mendukung arah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027, yakni percepatan pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri.

“Target tersebut menegaskan peran sektor Ekraf sebagai mesin baru penggerak transformasi struktural menuju ekonomi berbasis kreativitas, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” kata Riefky dalam agenda Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Riefky menambahkan, Kemenekraf juga memegang amanah besar melalui instrumen RPJMN dalam menopang target RKP tahun 2027 demi menggapai laju laju pertumbuhan PDB Ekraf di level 5,8 persen, kenaikan persentase ekspor 5,5 persen, perolehan nilai ekspor sebesar 29,39 miliar dolar AS, ketersediaan lapangan kerja bagi 26,58 juta orang, hingga pertumbuhan investasi di angka 6,2 sampai 7,6 persen.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2027 mendatang, lini ekonomi kreatif bakal mengonsentrasikan seluruh agenda program kerja pada sektor yang berimbas instan dengan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Langkah tersebut diimplementasikan melalui pendongkrakan produktivitas lewat optimalisasi kualitas talenta Ekraf, inovasi serta digitalisasi, pemacuan investasi via pelebaran akses pembiayaan berbasis KI dan insentif, hingga penguatan sektor industri lewat hilirisasi produk kreatif-derivatif.

Bentuk konkretnya mencakup penerapan strategi transformasional yang meliputi program aktivasi desa kreatif sebagai poros ekonomi kreatif lokal, serta pendirian Creative Hub sebagai wadah penggodokan talenta dan iklim kewirausahaan kreatif lewat pemanfaatan ruang kreatif di pelbagai wilayah.

Selain itu, dijalankan pula program Creative by Indonesia sebagai akselerator bagi para pelaku ekraf di daerah agar mampu menembus pasar nasional (Local Hero Go National) hingga persaingan global (National Champion Go Global).

“Upaya ini diarahkan untuk mendukung prioritas nasional termasuk yang relevan dengan sektor ekraf, yaitu ekonomi kerakyatan dan desa, penurunan kemiskinan, hilirisasi, dan industrialisasi serta infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana,” kata Riefky.

Ia menekankan bahwa rancangan program ekraf pada tahun 2027 tidak dirancang berdiri sendiri sebagai program sektoral belata, melainkan diposisikan sebagai roda penggerak utama dalam mematangkan agenda prioritas nasional.

Skema ini difungsikan untuk membuka lapangan pekerjaan baru, mendongkrak pendapatan finansial masyarakat, mengoptimalkan daya pikat potensi lokal, serta memacu pemerataan pembangunan di daerah.

Di sisi lain, sepanjang Triwulan I 2026, catatan realisasi capaian investasi pada sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia telah menyentuh angka Rp61,33 triliun, atau setara dengan 47 persen dari akumulasi total target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp146,46 triliun.

Menurut dia, lima subsektor ekraf yang sukses menjaring magnet investasi paling masif mencakup bidang-bidang potensial seperti kuliner, fesyen, sampai dengan kriya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index