Jakarta, 14 Juli 2026 – Di tengah dinamika ekonomi yang dinamis dan fenomena masyarakat yang masih selektif dalam berbelanja, bisnis pembiayaan kendaraan (OTO) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) tetap menunjukkan kinerja positif. Hal ini mencerminkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor masih tinggi, sekaligus menjadi indikator optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi domestik.
Kinerja tersebut sejalan dengan tren industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional secara wholesales sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai lebih dari 400 ribu unit, tumbuh 15,89% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 376 ribu unit.
Sejalan dengan pertumbuhan industri tersebut, pembiayaan kendaraan BSI melalui produk BSI OTO juga mencatatkan pertumbuhan yang solid. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekitar Rp6,70 triliun, meningkat 12,40% secara tahunan, dengan kualitas pembiayaan yang masih terjaga.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan "Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Terlebih sejak penguatan transformasi digital, fitur BYOND by BSI semakin lengkap dan bisa mengakomodir pengajuan pembiayaan termasuk kendaraan. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor otomotif masih memiliki prospek yang baik. Masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan, namun dengan pertimbangan yang lebih matang dan mengedepankan skema pembiayaan syariah yang memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan".ujarnya.
Selain didorong oleh kebutuhan mobilitas, pertumbuhan pembiayaan kendaraan juga ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar.
Dari sisi BSI, pertumbuhan pembiayaan kendaraan juga didukung berbagai program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah. Salah satunya adalah skema angsuran tetap hingga lunas yang memberikan kepastian cicilan selama masa pembiayaan, sehingga nasabah dapat mengatur arus kas bulanan dengan lebih nyaman dan terencana.
BSI juga terus memperluas kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis, serta menghadirkan berbagai program kolaborasi untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kendaraan bagi masyarakat. Salah satunya dengan hadir melalui literasi dan gathering di sejumlah kota besar.
Dengan fundamental bisnis yang kuat serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, BSI optimistis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026.