JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan inovasi teknologi Sepablock buatan PT Semen Padang. Langkah ini diambil sebagai percontohan dalam membangun hunian tetap (huntap) mandiri bagi para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menerangkan bahwa material bata saling mengunci (interlocking) ini dipasang pada unit percontohan huntap pertama. Rumah tersebut kini telah diserahkan secara resmi kepada warga yang terdampak bencana.
"Huntap yang telah selesai dibangun dan diserahkan kepada pemiliknya ini merupakan rumah contoh pembangunan pascabencana dengan menggunakan teknologi Sepablock," kata dia.
Menurut data rekapitulasi, target huntap mandiri di Sumatera Barat mencapai 695 unit. Rinciannya meliputi Pasaman (4 unit), Pasaman Barat (28 unit), Agam (29 unit), Padang Panjang (4 unit), Lima Puluh Kota (49 unit), Tanah Datar (101 unit), Padang Pariaman (457 unit), Kota Pariaman (8 unit), dan Pesisir Selatan (15 unit).
"Pemerintah Kota Padang saat ini mengusulkan tambahan pembangunan 22 unit huntap," ujarnya.
Rustian menyebutkan bahwa pembangunan unit contoh berbasis teknologi modern ini diselesaikan lebih awal. Hal tersebut bertujuan untuk menjadi tolok ukur standar serta bahan evaluasi teknis sebelum pembangunan massal lainnya dimulai.
Proyek percontohan yang dikerjakan sejak peletakan batu pertama pada akhir Maret 2026 ini dipandang sebagai solusi cepat dari pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu menyediakan tempat tinggal yang aman, layak, dan juga berkelanjutan.
Proses penyerahan kunci huntap contoh berbahan khusus ini dilaksanakan secara bersamaan di tiga daerah terdampak. Wilayah prioritas tersebut mencakup Kota Padang, Kota Pariaman, serta Kabupaten Padang Panjang.
Di Kota Padang sendiri, penyerahan satu unit contoh bangunan dengan tipe 36 dipusatkan di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji. Kegiatan penyerahan ini didampingi secara langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.
Apresiasi turut disampaikan oleh Emridona, salah satu warga Desa Sintuak Naras, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Ia menerima unit huntap contoh tersebut setelah hunian lamanya hancur akibat banjir dan longsor pada November 2025.
"Pak Maigus berharap BNPB segera membangun 22 unit huntap tambahan dan fasilitas sumur bor untuk warga terdampak lainnya," kata Rustian.
Rustian mengimbau warga penerima manfaat untuk segera menempati rumah contoh tersebut. Struktur bangunan huntap ini dinilai sangat kokoh, aman terhadap cuaca buruk, serta didesain tahan gempa.
Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana banjir yang dipicu oleh Siklon Senyar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap menjadi fokus utama. Pemerintah terus berupaya memaksimalkan kolaborasi teknologi adaptif bencana.