Pramono Ajukan Danantara dan Obligasi untuk Biayai LRT Jakarta hingga JIS

Pramono Ajukan Danantara dan Obligasi untuk Biayai LRT Jakarta hingga JIS

VISIENERGI.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyiapkan tiga opsi pembiayaan untuk memperluas jaringan LRT Jakarta hingga Jakarta International Stadium dan Stasiun Whoosh Halim. Opsi yang disiapkan mencakup obligasi daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta dukungan Danantara Indonesia. Perluasan rute itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan Danantara wajib membantu Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkap alasan di balik permintaan dukungan Danantara Indonesia untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT di Jakarta. Menurutnya, seorang pemimpin Jakarta harus menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan agar proyek transportasi massal itu tidak bergantung pada satu sumber dana saja.

Pernyataan itu disampaikan Pramono dalam konferensi pers usai peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu. Ia menyebut obligasi daerah, APBD, dan Danantara sebagai tiga pintu pembiayaan yang tengah dijajaki.

Tiga Sumber Dana yang Disiapkan Pemprov DKI

Pramono menegaskan pihaknya tidak menutup kemungkinan memakai kombinasi dari beberapa sumber dana sekaligus. "Jadi, intinya, bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," ungkapnya.

Sebelumnya, Pramono sempat menyebut pendanaan pembangunan LRT Jakarta akan menggunakan obligasi. Ia menilai langkah itu sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menutup kebutuhan investasi transportasi publik.

"Jadi, saya sebagai gubernur, sebagai pemimpin Jakarta, tentunya harus punya berbagai alternatif pembiayaan untuk penyelesaian LRT di Jakarta ini," kata Pramono.

Kebutuhan Rp2,7 Triliun untuk Rute Manggarai-Dukuh Atas

Proyek lanjutan pembangunan LRT rute Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan dana sekitar Rp2,7 triliun. Pramono menyebut pembangunan rute itu akan dimulai pada 2027.

Menurut dia, dana tersebut sebenarnya sudah tersedia. Meski begitu, Pemprov DKI tetap menyiapkan alternatif pembiayaan lain agar pelaksanaan proyek tidak terhambat.

Rute LRT Jakarta nantinya akan diperluas hingga JIS dan Stasiun Whoosh Halim. Pembangunan rute ini diharapkan dapat menggunakan dana dari Danantara atau obligasi.

Konektivitas Utara-Timur-Selatan-Pusat Jadi Target

Pramono mengaku bahagia karena arahan Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut sejalan dengan rencana Pemprov DKI. Ia menyatakan Pemprov DKI segera melanjutkan rute LRT menuju JIS hingga Stasiun Whoosh Halim.

"Dan kalau itu sudah terkoneksi, sebenarnya, LRT Jakarta di bagian tengahnya sudah terhubung dari Utara, Timur, Selatan, kemudian sampai dengan Pusat," tutur Pramono.

Konektivitas itu dinilai penting untuk menghubungkan kawasan permukiman padat di utara dan timur Jakarta dengan pusat kota. Stasiun Whoosh Halim sendiri menjadi titik integrasi dengan layanan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Prabowo: Danantara Wajib Bantu DKI

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan Danantara Indonesia wajib membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan LRT. Menurutnya, Jakarta bukan hanya milik warga yang tinggal di ibu kota.

"Saya kira, Danantara wajib membantu, karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," tegas Prabowo.

Pernyataan itu memberi dasar politik bagi Pemprov DKI untuk mengajukan dukungan pembiayaan ke Danantara. Namun, mekanisme dan besaran dukungan yang akan diberikan belum diumumkan secara resmi.

Sejumlah pengamat transportasi menilai perluasan rute LRT hingga JIS dan Halim berpotensi mengurangi beban jalan tol dalam kota. Syaratnya, pembangunan berjalan sesuai jadwal dan terintegrasi dengan moda lain seperti TransJakarta dan KRL Commuter Line.

Tenggat pelaksanaan proyek Manggarai-Dukuh Atas pada 2027 menjadi ujian pertama bagi skema pembiayaan yang disiapkan Pemprov DKI. Kepastian sumber dana diharapkan rampung sebelum tahap lelang konstruksi dimulai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index