VISIENERGI.COM — Pusdokkes Polri mengumpulkan 133 data ante mortem dari keluarga korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Data tersebar di tiga kepolisian daerah, dengan jumlah terbanyak berasal dari Polda Kalimantan Selatan. Hingga kini, 129 orang dari total 243 penumpang dan awak masih belum ditemukan.
Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian (Pusdokkes) Polri mencatat 133 data ante mortem telah dihimpun dari keluarga korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Data tersebut dikumpulkan dari tiga kepolisian daerah sejak kapal nahas itu tenggelam pada Minggu, 13 September 2026.
Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati menyatakan jumlah data masih akan bertambah seiring kedatangan keluarga korban ke pos pelaporan. "Data yang sudah masuk totalnya 133, namun ini terus bertambah seiring datangnya keluarga korban melapor," kata Wahyu di Banjarmasin, Kamis, 17 September 2026.
Sebaran Data Ante Mortem di Tiga Polda
Rincian data ante mortem yang telah masuk mencakup 88 laporan di Polda Kalimantan Selatan, 43 di Polda Jawa Timur, dan dua di Polda Jawa Tengah. Data tersebut mencakup sidik jari, golongan darah, DNA, serta konstruksi gigi korban.
Menurut Wahyu, semakin banyak data yang terkumpul, semakin baik bagi tim DVI karena tersedia lebih banyak pembanding saat proses pencocokan dengan data post-mortem. Data post-mortem sendiri baru diperoleh setelah tim menemukan dan mengevakuasi jasad korban.
Kendala Identifikasi saat Jasad Sulit Dikenali
Tingkat kesulitan identifikasi meningkat ketika jasad korban sudah sulit dikenali secara visual. Kondisi ini membuat keberadaan data ante mortem menjadi krusial untuk memastikan identitas korban secara ilmiah.
Wahyu menyampaikan hal itu didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan dan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid. Ketiganya menegaskan proses identifikasi terus berjalan beriringan dengan operasi pencarian korban yang belum ditemukan.
129 Korban Masih Dalam Pencarian
Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa dengan total 243 penumpang dan awak kapal. Hingga kini, 129 orang di antaranya masih belum ditemukan.
Tim gabungan dari Polri, Basarnas, dan instansi terkait masih melanjutkan operasi pencarian di perairan Laut Jawa. Keluarga korban diminta segera melapor ke posko terdekat untuk menyerahkan data ante mortem agar proses identifikasi dapat dipercepat.
Polri memastikan seluruh data yang masuk akan diverifikasi dan dicocokkan secara bertahap. Proses pencocokan baru dapat dilakukan setelah tim evakuasi berhasil menemukan jasad korban di lokasi pencarian.