JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dijadwalkan hadir memimpin delegasi Indonesia guna menggantikan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam helatan Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Menteri Luar Negeri Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York pekan depan,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Yvonne menerangkan bahwa absennya Kepala Negara secara langsung dalam agenda tahunan PBB kali ini disebabkan oleh fokus perhatian yang tengah dicurahkan untuk menangani dinamika di dalam negeri.
“Arahan presiden agar Menlu RI hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB bulan depan, karena presiden akan fokus pada urusan domestik,” kata Yvonne.
Dalam ketiadaan presiden, Menlu RI diproyeksikan bakal menuntaskan tidak kurang dari 22 agenda pertemuan, yang mencakup Sesi Debat Umum, sidang wajib, perundingan tingkat tinggi, hingga dialog bilateral.
Sejumlah forum krusial yang turut dihadiri Sugiono di sela-sela sidang mencakup konsolidasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta blok multilateral MIKTA, tambahnya.
Yvonne membeberkan bahwa substansi utama yang hendak disuarakan delegasi Indonesia pada sidang kali ini berpusat pada urgensi pengokohan ketahanan nasional serta kawasan guna menopang kestabilan global.
Di samping itu, Indonesia bakal konsisten mendorong terciptanya perdamaian dunia, memperjuangkan hak kemerdekaan Palestina, serta mengukuhkan peran sebagai penghubung antarnegara, penyambung aspirasi negara berkembang, dan pengawal kepentingan pembangunan nasional.
“Partisipasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut juga akan membawa pesan-pesan mengenai penguatan multilateralisme dan inklusivitas,” ucapnya.
Jubir Kemlu RI menambahkan bahwa momentum diplomasi ini turut dimanfaatkan untuk memasifkan penggalangan dukungan atas pencalonan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB kurun waktu 2029-2030.
Langkah strategis tersebut, lanjutnya, salah satunya diwujudkan lewat gelaran resepsi diplomatik khusus di sela-sela perhelatan sidang.
Sesi Sidang ke-81 Majelis Umum PBB sendiri telah resmi bergulir di New York sejak 8 September. Dalam sesi terbaru ini, Menlu Bangladesh Khalilur Rahman dipercaya mengemban amanat sebagai Presiden Majelis Umum PBB menggantikan mantan Menlu Jerman Annalena Baerbock.
Rangkaian sidang kali ini mengangkat tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua". Adapun agenda Sesi Debat Umum dijadwalkan bergulir mulai 22 hingga 26 September, kemudian berlanjut pada 28 September.