Nusron Wahid Absen Dua Hari Rapat DPR Usai KPK Tahan Empat Anak Buahnya

Nusron Wahid Absen Dua Hari Rapat DPR Usai KPK Tahan Empat Anak Buahnya

VISIENERGI.COM — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid tidak muncul ke publik selama dua hari berturut-turut setelah empat orang kepercayaannya ditahan KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan. Nusron absen dalam dua rapat Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (15/9) dan Rabu (16/9). KPK menyatakan tengah mendalami dugaan keterlibatan Nusron dalam perkara yang menjerat anak buahnya itu.

Pada rapat Selasa (15/9) yang membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan aset BUMD, Nusron diwakili Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah gubernur hadir dalam forum yang sama.

Sehari kemudian, Rabu (16/9), Nusron kembali absen dalam rapat penetapan dan penyesuaian RKA K/L Tahun 2027 hasil pembahasan Badan Anggaran DPR. Ossy lagi-lagi mewakili Nusron di kursi kementerian.

Empat Tersangka dari Lingkaran Terdekat Nusron

KPK menetapkan empat tersangka yang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry. Keempatnya langsung ditahan setelah penetapan tersangka.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan penyidik tengah mendalami peran Nusron dalam kasus tersebut. Menurut dia, nama Nusron sudah disebut dalam pemeriksaan-pemeriksaan saksi.

"Terkait soal NW [Nusron Wahid] sudah disebutkan di pemeriksaan-pemeriksaan. Nah, ini memang sedang didalami oleh tim penyidik dalam proses penyidikan," ujar Achmad dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (15/9) malam.

Alasan yang Diberikan Wakil Menteri

Ossy Dermawan menyebut kehadirannya di rapat DPR merupakan penugasan langsung dari Nusron. Ia membela ketidakhadiran atasannya karena ada agenda lain yang sudah terjadwal, meski tidak merinci agenda dimaksud.

"Tentunya terkait agenda dan jadwal Bapak Menteri, ya, mungkin sudah menyesuaikan dengan agenda dan jadwal beliau yang sudah terjadwalkan," kata Ossy kepada wartawan. "Artinya, beliau memiliki penugasan dan kegiatan yang sudah terjadwal," imbuhnya.

Ossy mengaku tidak mengetahui posisi Nusron saat ini, apakah berada di Jakarta atau di daerah lain. Ia juga membantah kabar yang menyebut Nusron sakit karena keduanya masih berkomunikasi setiap hari.

"Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau," tuturnya.

Istana Serahkan Sepenuhnya ke Penegak Hukum

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses hukum yang berjalan di KPK. Menurut dia, kepala negara sudah memberi arahan agar setiap persoalan hukum diserahkan ke aparat penegak hukum.

"Ya kita serahkan. Pak Presiden itu selalu mengatakan bahwa kalau ada masalah hukum dan sebagainya, serahkanlah kepada aparat penegak hukum. Jadi beliau tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu," kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9).

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK yang menjerat sejumlah pihak terkait pengurusan Hak Guna Bangunan. Penyidik belum mengumumkan apakah status hukum Nusron akan naik ke tahap penyidikan sebagai tersangka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index